tugas

Bicara pada angin

STORYBOARD

SCENE VISUAL AUDIO
00 Diperlihatkan angin sore berhembus lembut.Dan diterangkan cuaca yg cerah ILUSTRASI MUSIK

01 Noseroom/CU Close Up

Tampak Lea memandangi langit dgn mata redup.

Diperlihatkan awan biru yg bergerak pelan.

Lea :

“Kenapa hujan tak juga turun?”

Angin :

“Kamu memang aneh,sama seperti yg lain,kemarin minta hujan berheti,skrg menghendaki hujan turun.Tdk bisakah kamu menerima apa yg ada & menikmatinya saja?”

02 CU Close Up

Tampak Lea berbicara tegas kpd angin yg bergerak pelan.

Diperlihatkan angin sore yg menyapu wajah Lea.

Lea :

“Ah,kamu!Alam memang sll nggak adil padaku.”

Angin :

“Jgn berlebihan,Lea.”

03 CU Close Up

Terlihat wajah Lea yg seakan menentang angin yg berbicara kpdnya.

Lea :

“Nyatanya begitu.Kapan ada yg berpihak kpdku?yg kuterima sll saja kekecewaan.”

Angin :

“Saat ini km sedang galau.Kamu gak bakal bisa menerima seuah kebijaksanaan.Semua serba salah.Jd,rasanya percuma saja jika aku bicara byk.Kita bicara yg mudah2an saja.”

04 CU Close Up

Terlihat wajah Lea yg galau ttg perkataan itu.Dan berusaha tdk menghiraukan itu lagi.

Lea :

“Sudahlah aq sdg malas bicara.”

Angin :

“Baiklah.Tapi kn km mengharapkan hujan turun?”

05 MCU Medium Close Up

Tampak wajah Lea yg berharap hujan akan turun u/ sebuah alasannya.

Lea :

“Biar bisa kujadikan alasan.Supaya aku nggak usah dtg ke sekolah.Aku nggak mau dtg ke sekolah,krn aku ngerti apa yg akan trjd nanti.”

Angin :

“Ada apa di sekolah?pelajaran tambahan?bukankah itu bagus?”

06 MCU Medium Close Up

Tampak Lea dgn ketus mnjwb perkataan angin.

Dan terlihat wajah Lea yg heran.

Angin kembali berhembus kencang seolah meyakinkan Lea.

Lea :

“Bukan!”

“Sore ini ada latihan sandiwara paskah.Sudahlah, km tau apa!”

Angin :

“Oh ya, drama itu.”

Lea :

“Kamu tau?”

Angin :

“Kamu punya bakat luar biasa dibidang seni peran. Seisi sekolah juga tahu. Mungkin kelak kamu bisa jd pemain sinetron.”

07 MS Medium Shot

Terlihat Lea membentak kata2 tsb.

Angin kembali berhembus kencang seolah meyakinkan Lea.

Lea :

“Diamlah!”

Angin :

“Tapi benar, kan?Kamu pasti terpilih u/ peran utama.”

08 Angin sejenak terdiam,sunyi seolah ingin mengetahui sesuatu dr Lea. Noseroom/MS Medium Shot

Tampak wajah Lea & sdikit rasa sesal di wajahnya.

Lea :

“Iya. Tapi disitu juga ada mikha.”

Angin :

“Kok km gemetaran menyebut namanya?”

Lea :

“Aku bisa menduga. Pasti! Mereka nggak akan peduli.”

Angin :

“Oh ya, Kalian memang sama2 pemain peran yg hebat.”

Lea :

“Itulah persoalannya. Mereka tentu nggak mau tau, kami sudah putus. Mereka nggak mungkin peduli. Hubungan kami sudah berakhir.”

09 Angin kembali berhembus secara perlahan.Seakan ia sdh mengetahui apa yg Lea pikirkan.

MS Medium Shot

Lea kembali menyesalkan apa yg sdh trjd antara dirinya & mikha.

Angin :

“Olala. . .! Jadi , ini persoalannya. Kamu ingin menghindari cowok itu?”

Lea :

“Tentu saja!”

10 Angin perlahan menyapu wajah Lea.Seakan membelai Lea yg tengah dilanda galau.

Angin seakan memberi nasihat kpd Lea.

Angin :

“Gara-gara putus, kamu lantas menghindari tanggung jawab?”

Lea :

“Bagaimana bisa? Akan canggung sekali, jika aku harus beradu akting dengan mikha. Kamu tahu, hubungan kami sudah selesai. Bertemu dengannya saja aku sudah enggan. Dia pasti juga begitu.”

Angin :

“Belum tentu. Bukankah mikha cowok yg bertanggung jawab?”

11 MCU Medium Close Up

Tampak wajah Lea dgn tegasnya berusaha tdk mempedulikan perkataan tsb.

Dan masih menginginkan hujan u/ sebuah alasannya.

Angin :

“Sudah, sudah.Aku ngak mau mencampuri urusan kalian.”

Lea :

“Ya. Kamu peduli apa?”

Angin :

“Aku peduli padamu.”

Lea :

“Kalau begitu biarkan hujan turun.”

12 Terlihat angin berhembus kencang.

CU Close Up

Tampak dr wajah Lea tampak histeris.

Angin :

“Memangnya aku ini siapa? Carilah pawang hujan!”

Lea :

“Aku mau hujan! Atau banjir lagi kayak bulan kemarin!”

13 Terlihat  angin kembali menyapu wajah Lea.Seakan berusaha membangkitkan semangat Lea.

CU Close Up

Tampak Lea mementingkan egonya tanpa memikirkan kepentingan org banyak.

Sejenak Lea terdiam.Seakan dirinya tengah dilanda dilema.

Disatu sisi ia ingin agar drama paskah itu sukses di acara perayaan sekolah nanti.Tapi di sisi lain,ia makin muak dengan mikha,krn tlh memutuskannya dgn tiba2.

Angin :

“Datanglah ke sekolah. Kamu punya tanggung jawab di sana. Atau kamu memang menghendaki lebih banyak lagi yg berantakan? Drama paskah itu sudah mencapai latihan2 terakhir. Seminggu lagi dipentaskan. Apakah kamu tega mengecewakan banyak org? Teman-teman & gurumu?”

Lea :

“Biarin.”

Angin :

“Itu namanya egois. Kamu nggak boleh begitu. Nggak boleh mengorbankan kepentingan org byk hanya demi egomu.”

14 Angin sembari menasihati Lea.bergerak perlahan.

MS Medium Shot

Terlihat Lea menutup telinganya.

Lea terdiam,hatinya benar2 galau.Raut mukanya setengah menyesali & seakan bingung ia harus memilih apa yg seharusnya dia lakukan.

Angin :

“Semestinya kamu tetap tegar.Paskah mengajarkan semangat perubahan. Memperbarui hidup mnjd lebih baik. Tapi kamu patah, kamu justru ingin lari.”

Lea :

“Bagaimana yg benar? Aku harus melakoninya & menjadi bahan tertawaan?”

15 Terlihat angin berhembus kencang,menyapu wajah Lea,seakan berusaha membangkitkan hati Lea.

KS Knee Shot

Tampak Lea yg masih meragukan perkataan angin.

Angin :

“Kamu salah. Jangan sok tau, semua itu Cuma prsasangka belaka. Belum tentu benar.”

Lea :

“Kalau benar?”

16 Terlihat angin bergerak perlahan.

CU Close Up

Tampak wajah Lea yg pasrah thd apa yg bakal ia hadapi.

Angin :

“Kamu belum melakoninya. Benar/tdk baru ketahuan jika kamu menjalaninya. Berani nggak ?”

Lea :

“Aku takut.”

Angin :

“Kamu takut. Kamu takut menghadapi kenyataan bahwa kamu sudah putus sama mikha. Padahal itulah kenyataan. Hadapilah & terima konsekuensinya, kamu tunjukkan bahwa kamu mulai berubah. Bukalah mata mikha, dia akan kecewa karna mencampakkan kamu. Ia akan malu melihat kamu tegar.”

17 MCU Medium Close Up

Tampak Lea menghela nafas panjang.

Tampak Lea mulai tergerak hatinya setelah mendengar perkataan tsb.

Lea :

“Lalu bagaimana?”

Angin :

“Jika drama paskah itu harus berantakan, janganlah itu karna kamu. Kamu nggak boleh kalah 2 kali!”

18 CU Close Up

Terlihat wajah Lea yg mash ada keraguan mengikuti drama tsb.

Lea :

“Jadi? Aku harus tetap berangkat?”

Angin :

“Ya, mumpung belum terlambat.”

Lea :

“Tapi mikha?”

Angin :

“Hadapilah!”

Lea :

“Menurutmu aku mampu?”

Angin :

“Pasti bisa.”

19 FS Full Shot

Terlihat Lea berlari masuk ke rumah.

Digambarkan suasana malam hari.

Noseroom

Tampak Lea duduk diatas rumah,sedang memandang langit yg berbintang.Menikmati hembusan angin mlm yg semilir.

Lea :

“Ternyata tdk gampang.”

Angin :

“Tapi kamu bisa, kan?”

Lea :

“Pertama susahnya minta ampun. Kebayang nggak? Belum lg mata-mata mereka yg memandang. Bisik-bisik & sindiran. Semua dialog yg kuhafal mendadak menguap, konsentrasiku hancur lebur berantakan, untung aku masih ingat ucapanmu.”

Angin :

“Hehehe. . . “

20 Noseroom

Tampak wajah Lea yg cemberut krn merasa dirinya ditertawakan oleh angin.

Lea :

“Nggak usah tertawa. Kamu mentertawakan aku?”

Angin :

“Aku bangga sama kamu.”

Lea :

“Huh!”

Angin :

“Aku sebenarnya mengintip latihanmu tadi.”

21 Angin sembari berhembus.

CU Close Up

Terlihat Lea mengkerutkan dahinya.

Lea :

“Emang bisa?”

Angin :

“Aku melihat mukamu yg pucat. Aku mendengar hela nafasmu. Aku melihat semua usahamu untuk tetap tegar.”

22 Noseroom+CU Close Up

Tampak wajah Lea yg heran.

Lea :

“Kamu melihat mikha?”

Angin :

“Pasti. Ia terlihat heran. Sesungguhnya ia kagum.”

Lea :

“Kagum? Sama aku?”

Angin :

“Ia.”

23 MCU Medium Close Up

Terlihat Lea berusaha mengalihkan pembicaraan saat ia latihan drama bersama mikha.

Lea :

“Sudah! Nggak usah ngomongin mikha.”

Angin :

“Kamu sudah benar2 bisa meniadakan dia?”

24 MCU Medium Close Up

Terlihat Lea sudah mulai bisa untuk melupakan Mikha.

Sembari angin tertawa.

Lea :

Absolutely yes!”

Angin :

“Nggak sakit hati lagi?”

Lea :

“Kamu ini gimana, sih? Katamu paskah bermakna perubahan. Aku ingin segera berubah, mnjd lebih baik. Aku ingin hari ini juga mengawali hari baru tanpa mikha. Aku belajar dari kegagalan itu. Kusadari kini, mikha bukan segalanya.Hidupku nggak bakalan tanpanya. Bener , kan?”

Angin :

“Hahaha . . . hore!”

25 Sembari wajah Lea yg cemberut krn ditertawakan angin namun dia tersenyum.

Sembari angin berhembus ditengah sunyinya malam.

Lea :

“Jangan tertawa!”

Angin :

“Aku salut & bangga padamu, Lea. Kamu luar biasa. Paskah kali ini akan mnjd paskah yg plg berarti dlm hidupmu. Keputusanmu untuk tetap menjalani peran di drama itu adalah sebuah pengorbanan dengan mengesampingkan kepentingan & harga dirimu.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s